<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1035">
 <titleInfo>
  <title>Superkomunikator</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Duhigg, Charles</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Kepustakaan Populer Gramedia</publisher>
   <dateIssued>9 Agu 2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>Cetakan 1; xvii + 314 hlm. ; 15 cm x 23 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kita selalu berkomunikasi sepanjang hidup, baik itu berbicara dengan satu maupun banyak orang lain, secara langsung maupun tidak langsung, dalam situasi akrab maupun resmi. Namun seberapa seringkah kita melakukan percakapan yang sukses? Ataukah kita lebih sering menyalahpahami dan disalahpahami lawan bicara, sehingga percakapan kita tidak menghasilkan apa-apa, gagal menimbulkan ketersambungan, bahkan memicu masalah? Komunikasi ternyata gampang-gampang susah, bahkan ketika kita merasa sudah biasa melakukannya. Untuk itulah, dalam Superkomunikator, Charles Duhigg membedah struktur dasar semua percakapan kita dan mencari cara bagaimana kita semua bisa belajar menjadi superkomunikator—orang yang mampu berkomunikasi efektif sehingga bisa menyampaikan maksudnya kepada lawan bicara, juga menangkap maksud lawan bicara, dan memungkinkan semua pihak mendapat apa yang diinginkan dalam percakapan. Dengan menunjukkan tiga jenis percakapan yang bisa terjadi dan empat aturan untuk mendapat manfaat dalam percakapan, buku ini membantu kita “nyambung” dengan lawan bicara, sehingga lawan bicara nyaman mengungkapkan segalanya, dan kita semua mendapatkan apa yang kita inginkan dari percakapan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Komunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>153.6</classification>
 <identifier type="isbn">9786231342454</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah Surabaya </physicalLocation>
  <shelfLocator>153.6 DUH s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">262579</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah (000-199)</sublocation>
    <shelfLocator>153.6 DUH s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>330396.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1035</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-07-07 08:10:05</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-07-07 14:00:20</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>