<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1342">
 <titleInfo>
  <title>Wawasan Pancasila</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Latif, Yudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta selatan</placeTerm>
   <publisher>Mizan</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>315 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setelah puluhan tahun Pancasila ditahbiskan sebagai dasar dan ideologi negara serta kepribadian bangsa Indonesia, apakah kesaktiannya masih bisa diandalkan di tengah arus globalisasi dengan penetrasi beragam ideologi yang memboncengnya?&#13;
&#13;
Kita menyaksikan situasi paradoksal. Secara konsepsional, Pancasila merupakan ideologi tahan banting yang kian relevan dengan perkembangan kekinian. Namun, secara operasional, terdapat jurang yang kian lebar antara idealitas Pancasila dan realitas pembumiannya.&#13;
&#13;
Jurang lebar itulah yang menjadi sumber krisis kebangsaan hari ini. Kehidupan kebangsaan hari ini diliputi cuaca kebatinan dengan megamendung kerisauan, pertikaian, dan penggelapan. Sulit menemukan bintang penuntun yang menerbitkan kesamaan titik temu, titik tumpu, dan titik tuju. Visi kebangsaan ibarat cermin kebenaran yang jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap pihak hanya me- mungut satu kepingan, lantas memandang kebenaran menurut bayangannya sendiri. Rasa saling percaya pudar dan bineka warna sulit menyatu.&#13;
&#13;
Demi mempertahankan Pancasila sebagai karakter bersama, penulis menawarkan pendekatan yang menarik, kreatif dan holistis, dengan menempatkan Pancasila sebagai bintang penuntun yang dinamis dalam merespons dinamika sosial dan global yang kian kompleks.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Pancasila</topic>
 </subject>
 <classification>320.509</classification>
 <identifier type="isbn">9786024410896</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah Surabaya </physicalLocation>
  <shelfLocator>320.509 YUD w</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">2502021</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah (300-399)</sublocation>
    <shelfLocator>320.509 YUD w</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Wawasan_Pancasila.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1342</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-19 10:24:01</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-02 13:13:57</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>