<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1999">
 <titleInfo>
  <title>Teruslah Bodoh Jangan Pintar</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tere Liye</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Depok</placeTerm>
   <publisher>Sabak Grip Nusantara</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Ali yang tinggal di sebuah desa kecil. Ali adalah pemuda yang cerdas dan bercita-cita menjadi orang yang sukses. Namun, Ali juga menyadari bahwa dunia ini tidak selalu adil. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan belum tentu bisa sukses. Suatu hari, Ali bertemu dengan seorang pria tua yang misterius. Pria tua itu memberi tahu Ali bahwa dunia ini sedang dalam kekacauan. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan justru menjadi bagian dari kekacauan tersebut. Pria tua itu kemudian mengajarkan Ali tentang pentingnya menjadi bodoh. Bodoh di sini bukan berarti tidak memiliki pengetahuan atau kecerdasan. Bodoh di sini berarti tidak memiliki ambisi dan keserakahan. Ali pun mulai menjalani kehidupannya sebagai orang bodoh. Dia berhenti mengejar kesuksesan dan mulai fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup, seperti keluarga dan teman-teman. Seiring berjalannya waktu, Ali menyadari bahwa kehidupannya menjadi lebih bahagia dan damai. Dia tidak lagi stres dan terbebani dengan ambisi-ambisinya.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Fiksi Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>813</classification>
 <identifier type="isbn">9786238882205</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah Surabaya </physicalLocation>
  <shelfLocator>813 TER t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">252186</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah (800-899)</sublocation>
    <shelfLocator>813 TER t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Tere.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1999</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 10:18:17</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 10:21:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>