<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2262">
 <titleInfo>
  <title>Jenis-Jenis Teks:</title>
  <subTitle>Fungsi, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP/MTs</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kosasih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kurniawan, Endang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung :</placeTerm>
   <publisher>YRAMA WIDYA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii+376 hlm. ; 17,6 x 25 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan sumber informasi yang digunakannya (faktual/imajinatif), jenis-jenis teks yang tersurat dalam Permendikbud No. 24 Taun 2016, khusunya dalam pembelajaran SMP/MTs, dapat dikelompokkan ke dalam tipe teks fiksi dan nonfiksi. Hal itu tentunya memiliki kesejalanan dengan kegiatan berliterasi dalam Kurikulum 2013 Edisi Revisi. Kegiatan berliterasi ditujukan pada jenis bacaan yang bersifat fiksi dan nonfiksi.&#13;
&#13;
Kedua jenis teks tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya yang lebih spesifik, yakni berdasarkan perbedaan fungsi, struktur, dan kaidah kebahasaannya. Misalnya, teks cerita fantasi. Sebagai teks yang bersifat fiksi, di samping menggunakan informasi-informasi imajinatif, teks tersebut memiliki fungsi, struktur, dan kaidah kebahasaan yang berbeda dengan teks deskripsi ataupun teks nonfiksi lainnya.&#13;
&#13;
Keberagaman teks tidak hanya dijumpai pada jenis teks yang berbeda fungsi. Keragaman itu pun mungkin pula ditemukan pada jenis teks yang sama; pada jenis teks itu sendiri. Misalnya, pada jenis teks berita. Di dalamnya, mungkin terdapat perbedaan di dalam struktur penyajian maupun dalam kebahasaannya. Di dalam teks berita yang satu diawali oleh unsur apa, mungkin di dalam teks berita lainnya diawali oleh unsur dimana atau kapan. Keragaman itu dapat pula ditemukan pada cerpen atau teks-teks fiksi lainnya. Dalam cerpen yang satu, terdapat orientasi, komplikasi, dan resolusi. Akan tetapi, dalam cerpen lainnya hanya ada orientasi dan komplikasi. Demikian pula dalam hal bahasanya, dalam cerpen I banyak menggunakan ragam bahasa percakapan, tetapi dalam cerpen lainnya justru ragam bahasa baku yang paling banyak karena temanya tentang konteks yang resmi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn">9786023748891</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah Surabaya </physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 KOS j</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">252384</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah (800-899)</sublocation>
    <shelfLocator>899.221 KOS j</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Yama.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2262</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-23 11:23:09</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-23 11:35:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>