<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2454">
 <titleInfo>
  <title>Manajemen Pendidikan ala Rasulullah</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fauzi, Imron</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Ar-Ruzz Media</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>288 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendidikan pada dasarnya adalah media dalam mendidik dan mengembangkan potensi-potensi kemanusiaan yang primordial. Pendidikan sejatinya adalah gerbang untuk mengantar umat manusia menuju peradaban yang lebih tinggi dan humanis, dengan berlandaskan pada keselarasan hubungan manusia, lingkungan, dan Sang Pencipta.&#13;
&#13;
Pendidikan merupakan sebuah ranah yang di dalamnya melibatkan dialektika interpersonal dalam perjalanan umat manusia, baik di masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang.&#13;
&#13;
Dalam konteks kekinian, terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa pendidikan secara substansial telah kehilangan ruhnya. Hal ini ditunjukkan oleh ketidakseimbangan dalam proporsi pengajaran yang diberikan. Pendidikan saat ini cenderung sangat menekankan aspek kognitif peserta didik, sekaligus mengabaikan aspek spiritualitas dan emosional mereka.&#13;
&#13;
Hal ini sangat riskan, mengingat terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa dominasi aspek kognitif dalam proses pendidikan dapat menjadikan seseorang “buta hati” maupun “buta sosial”. Seseorang menjadi buta hati karena kognisi yang dididik secara berlebihan tidak disertai dengan pembinaan spiritualitas yang memadai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>371</classification>
 <identifier type="isbn">9789792549089</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah Surabaya </physicalLocation>
  <shelfLocator>E-371 FAU m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">252492</numerationAndChronology>
    <sublocation>STKIP Al Hikmah Digilib</sublocation>
    <shelfLocator>E-371 FAU m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>if.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2454</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-26 14:35:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-26 14:35:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>