<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2561">
 <titleInfo>
  <title>Antara Tuhan, Manusia, dan Alam</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nasr, Seyyed Hossein</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>IRCiSoD,</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>248 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Manusia mana pun niscaya selalu merindukan puncak keagungan yang menandai segala dimensi eksistensialnya, yakni hubungan harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam (semesta). Itulah jalan ideal spiritualitas yang notabene merupakan ikon kebermaknaan hidup manusia di antara makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Spiritualitas sebagai pengalaman holistik menjadi jati diri paling fundamental bagi manusia yang mengarahkannya pada jalan hidup yang tidak ambigu, fana, apalagi paradoksal.&#13;
Namun, kini, di antara gemerlap teknologi dan sains yang betul-betul memanjakan kebutuhan material manusia, justru makin banyak manusia yang gagal menggapai puncak spiritualnya. Secara esensial, semua itu dipicu oleh hilangnya makna filosofis dan religius dari diri manusia dalam menjaga keseimbangan dialektika antara dirinya, Tuhan, dan alam. Akibatnya, mereka kehilangan arah, tersesat di dunianya sendiri, dan betul-betul hampa dalam menjalani kehidupannya.&#13;
Buku mengajak Anda bertualang ke semesta spiritualitas dengan mengeksplorasi nilai-nilai filosofis dan religius di balik penciptaan manusia dan alam. Nasr tampak berupaya keras meyakinkan kita semua bahwa puncak spiritual manusia sama sekali tidak selalu ditentukan oleh kesalehan religiusnya, tetapi juga oleh kesalehan sosial dan eksistensialnya di hadapan Tuhan dan alam raya ini. Anda tertarik bergabung dengan Nasr? Baca saja buku ini!</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>200.1</classification>
 <identifier type="isbn">9786236166758</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah Surabaya </physicalLocation>
  <shelfLocator>200.1 NAS a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">262572</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah (200-299)</sublocation>
    <shelfLocator>200.1 NAS a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>ATMA.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2561</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-07 09:43:05</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-07 09:44:30</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>