<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="600">
 <titleInfo>
  <title>GRIT :</title>
  <subTitle>Kekuatan Passion + Kegigihan</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Duckworth, Angela</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia,</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>416 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>-</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Banyak orang yang mengira jika untuk mencapai sebuah kesuksesan, faktor yang paling berpengaruh adalah bakat alami, sehingga saat seseorang tidak mampu meraih kesuksesan, hal tersebut dirasa karena tidak mempunyai bakal alami di suatu bidang. Akibat stigma dan prasangka tersebut, banyak orang yang mulai merasa pesimistis ketika tidak mampu meraih tujuan yang mereka inginkan, sehingga perasaan rendah diri pun langsung menguasai karena sepertinya sudah tidak ada harapan lagi untuk memiliki bakat.&#13;
Mengapa orang yang memiliki bakat alami selalu gagal mencapai potensi mereka, sementara orang lain yang tidak terlalu berbakat bisa menggapai hal-hal yang menakjubkan? Dalam buku yang harus dibaca oleh siapa saja yang ingin sukses ini, Angela Duckworth (seorang psikolog perintis) menunjukkan bahwa rahasia untuk pencapaian yang luar biasa bukanlah bakat, melainkan perpaduan istimewa antara hasrat (passion) dan kegigihan (perseverance) yang ia sebut &quot;ketabahan&quot; (grit).&#13;
Berdasarkan penelitian, wawancara dengan orang-orang yang berprestasi tinggi, serta pengalamannya sendiri, Duckworth menunjukkan bahwa kecenderungan kita untuk terpaku pada bakat alami itu salah: dari segi pencapaian, yang lebih penting adalah usaha yang kita lakukan dan reaksi kita terhadap hambatan. Kemudian, ia menjelaskan bahwa ketabahan bisa dipelajari sekaligus menawarkan rumusan baru kesuksesan individu maupun kesuksesan kolektif.&#13;
&#13;
</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Motivation</topic>
</subject>
<classification>153.8</classification>
<identifier type="isbn">9786020620930</identifier>
<location>
 <physicalLocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah Surabaya </physicalLocation>
 <shelfLocator>153.8  Duc g</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">1901013</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STKIP Al Hikmah (000-199)</sublocation>
   <shelfLocator>153.8  Duc g</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Grit.jpeg.jpeg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>600</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-19 13:35:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-08 08:53:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>